Banjarbaru – Sebagai laboratorium rujukan regional untuk penegakan diagnosis Campak-Rubella, Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLabkesmas) Banjarbaru melaksanakan kegiatan Surveilans Terpadu dan Analisis Data Penyakit Campak-Rubella di Kota Samarinda, Kabupaten Kutai Kartanegara, dan Kota Bontang pada 31 Agustus – 5 September 2026. Kegiatan ini bertujuan memperkuat keterpaduan antara surveilans epidemiologi dan surveilans laboratorium guna mendukung percepatan eliminasi Campak-Rubella.

Mewakili Ketua Tim Kerja Surveilans, Faktor Risiko Kesehatan, dan Respon KLB, kegiatan ini diikuti oleh Supriyadi, S.S., M.Kes., bersama staf Annisa Firdanovianty. Tim melakukan koordinasi ke Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan rumah sakit di tiga wilayah tersebut, dengan fokus pada validasi data kasus suspek, evaluasi alur pengambilan, penyimpanan dan pengiriman spesimen, serta analisis keterkaitan antara data epidemiologi dan hasil konfirmasi laboratorium.

Selama kunjungan, tim juga melakukan pembinaan kepada petugas surveilans dan laboratorium mengenai ketepatan pengisian formulir penyelidikan epidemiologi, kelengkapan data sampel di aplikasi, serta percepatan pengiriman spesimen ke BBLabkesmas Banjarbaru untuk pemeriksaan IgM Campak-Rubella. Analisis data menunjukkan pentingnya peningkatan kecepatan notifikasi kasus, kelengkapan penyelidikan dalam 48 jam, dan peningkatan proporsi kasus suspek yang diambil spesimennya agar rantai penularan dapat diputus secara cepat dan tepat.

Melalui surveilans terpadu ini, BBLabkesmas Banjarbaru berharap sinergi antara unit surveilans daerah dan laboratorium semakin kuat, sehingga setiap kasus suspek dapat terkonfirmasi secara laboratoris dan ditindaklanjuti dengan respon imunisasi yang cepat. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen BBLabkesmas Banjarbaru dalam mendukung kewaspadaan dini dan pengendalian penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi di wilayah Kalimantan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *