Banjarmasin – Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLabkesmas) Banjarbaru turut serta dalam kegiatan Surveilans Polio Lingkungan yang dilaksanakan oleh bidang P2 bersama PD PAL Banjarmasin pada 28–29 September 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan surveilans polio berbasis lingkungan untuk mendeteksi dini sirkulasi virus polio di masyarakat guna mendukung target eradikasi polio.
Mewakili Tim Kerja Surveilans, Faktor Risiko Kesehatan, dan Respon KLB, kegiatan ini diikuti oleh Annisa Firdanovianty. Tim bersama petugas P2 dan PD PAL Banjarmasin melakukan pengambilan sampel air limbah domestik dan komunal di sejumlah titik yang telah ditentukan, dengan memperhatikan teknik pengambilan, penyimpanan dingin, serta pengiriman sampel yang cepat dan aman menuju laboratorium rujukan polio.
Surveilans polio lingkungan memiliki peran strategis sebagai pelengkap surveilans AFP (Acute Flaccid Paralysis), karena dapat mendeteksi keberadaan virus polio liar maupun virus turunan vaksin (VDPV) yang bersirkulasi secara senyap di lingkungan sebelum menimbulkan kasus kelumpuhan. Melalui kolaborasi dengan PD PAL Banjarmasin, cakupan titik sampling dapat diperluas sehingga gambaran risiko menjadi lebih komprehensif.
Melalui kegiatan ini, BBLabkesmas Banjarbaru menegaskan komitmennya dalam mendukung kewaspadaan dini polio melalui penguatan jejaring surveilans dan laboratorium. Diharapkan sinergi antara Dinas Kesehatan, laboratorium, dan pengelola air limbah terus terjaga demi mewujudkan Indonesia bebas polio.




