Marabahan – Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLabkesmas) Banjarbaru hadir sebagai narasumber dalam Pertemuan Koordinasi, Advokasi, dan Sosialisasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kabupaten Barito Kuala. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 14 Oktober 2026, di Aula Mufakat Marabahan, Perkantoran Bupati Kabupaten Barito Kuala.
Pertemuan dihadiri oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala, petugas surveilans, bidan, serta tenaga laboratorium dari seluruh puskesmas, klinik, dan rumah sakit di Barito Kuala. Kegiatan ini bertujuan memperkuat koordinasi, advokasi, dan sosialisasi upaya P2P, sekaligus menguatkan jejaring surveilans dan pelayanan kesehatan lintas fasilitas, sehingga deteksi dini dan respons cepat terhadap potensi ancaman penyakit menular di masyarakat dapat terwujud.
Dalam kesempatan tersebut, BBLabkesmas Banjarbaru menyampaikan materi teknis tentang Tatalaksana Pengambilan, Penanganan, Pengepakan, dan Pengiriman Spesimen Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I) dan Penyakit Infeksi Emerging (PIE). Materi ini membekali para petugas agar mampu mengelola spesimen sesuai standar, mulai dari pengambilan di fasilitas pelayanan kesehatan hingga pengiriman ke laboratorium rujukan.
“Spesimen yang adekuat adalah jembatan antara deteksi dini dan tindakan penanggulangan yang tepat. Melalui pengelolaan spesimen yang tepat dan konsisten dari fasyankes hingga ke laboratorium rujukan, kita memastikan setiap sampel yang dikirim aman, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar dr. Citra Sari Dewi dari Instalasi Mikrobiologi dan Biomolekuler BBLabkesmas Banjarbaru.
Melalui kegiatan ini, BBLabkesmas Banjarbaru terus mendukung penguatan kapasitas fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah Regional 7, sehingga sistem kewaspadaan dini penyakit menular di Barito Kuala semakin kokoh.





