Banjarbaru – Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLabkesmas) Banjarbaru melaksanakan kegiatan Surveilans Faktor Risiko Berbasis Lingkungan berupa Pengukuran Udara Ambien di lingkungan BBLabkesmas Banjarbaru sekaligus pemantauan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Banjarbaru dan sekitarnya pada 11–14 September 2026. Kegiatan ini bertujuan memperoleh gambaran kualitas udara sebagai faktor risiko kesehatan masyarakat, khususnya pada musim kemarau yang rawan karhutla.

Pengukuran dilakukan oleh tim Kesehatan Lingkungan dengan memantau parameter kualitas udara ambien seperti partikulat (PM2,5 dan PM10) serta gas pencemar, menggunakan peralatan sampling udara yang terkalibrasi. Titik pengukuran difokuskan di kawasan BBLabkesmas Banjarbaru sebagai area perkantoran dan pelayanan, dengan memperhatikan arah angin dan potensi paparan asap dari titik karhutla di sekitar Banjarbaru.

Selain pengukuran langsung, tim juga melakukan pemantauan kondisi karhutla dan analisis keterkaitan antara kejadian kebakaran dengan fluktuasi kualitas udara harian. Hasil pengukuran akan dianalisis dan dibandingkan dengan baku mutu udara ambien nasional sebagai dasar penilaian risiko kesehatan serta bahan rekomendasi kewaspadaan bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti balita, lansia, dan penderita ISPA.

Melalui surveilans rutin ini, BBLabkesmas Banjarbaru memperkuat perannya dalam surveilans kesehatan berbasis laboratorium dan lingkungan. Diharapkan data yang dihasilkan dapat menjadi dasar peringatan dini dan pengambilan kebijakan pengendalian dampak karhutla terhadap kesehatan di Kalimantan Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *