Banjarbaru – Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLabkesmas) Banjarbaru melalui Tim Kerja Surveilans, Faktor Risiko Kesehatan, dan Respon KLB menyelenggarakan Diseminasi Informasi Hasil Kegiatan Surveilans Faktor Risiko Legionellosis Provinsi Kalimantan Selatan. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom pada Senin, 10 Agustus 2026.

Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Tim Kerja Surveilans, Faktor Risiko Kesehatan, dan Respon KLB, Supriyadi, S.S., M.Kes. Selanjutnya, pemaparan hasil kegiatan disampaikan oleh Wasul Falah, SKM, yang menyajikan gambaran temuan surveilans faktor risiko legionellosis di wilayah Kalimantan Selatan.

Setelah pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi bersama dinas kesehatan dan seluruh peserta yang bergabung melalui Zoom. Diskusi ini menjadi ruang bertukar masukan dan menyamakan pemahaman, sehingga hasil surveilans dapat ditindaklanjuti sesuai kebutuhan di masing-masing daerah.

Legionellosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Legionella dan dapat ditularkan melalui air atau aerosol yang tercemar. Pemantauan faktor risikonya penting untuk mendeteksi potensi bahaya sejak dini, sehingga upaya pencegahan dapat dilakukan sebelum muncul kasus.

Melalui diseminasi ini, BBLabkesmas Banjarbaru berupaya memperkuat kolaborasi dengan dinas kesehatan serta memastikan data surveilans benar-benar menjadi dasar pengambilan keputusan dalam pencegahan dan pengendalian penyakit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *