Banjarbaru – Kegiatan Advokasi dan Koordinasi Penguatan Labkesmas Regional 7 berlangsung di Grand Qin Hotel Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada 29 hingga 31 Juli 2026. Pertemuan ini mempertemukan para pemangku kepentingan dari empat provinsi di Pulau Kalimantan untuk memperkuat jejaring laboratorium kesehatan masyarakat di wilayah Regional 7.

Kegiatan diikuti oleh Direktorat Fasilitas dan Mutu Pelayanan Kesehatan Primer, Balai Besar Laboratorium Biologi Kesehatan Jakarta, Universitas Andalas Padang, BBLabkesmas Banjarbaru, dan Loka Labkesmas Tanah Bumbu. Hadir pula dinas kesehatan provinsi beserta dinas kesehatan kabupaten/kota dari Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.

Selama tiga hari, para peserta membahas penguatan tata kelola, peningkatan kapasitas laboratorium, pengembangan jejaring, serta implementasi sistem InPULS di Regional 7. Pembahasan tersebut menghasilkan rencana tindak lanjut dalam bentuk komitmen bersama, antara lain pemutakhiran data alat kesehatan di ASPAK secara berkala, percepatan proses BLUD dan akreditasi, pemantauan pengadaan hingga distribusi alat, serta penguatan jejaring rujukan pemeriksaan laboratorium antar-tingkatan Labkesmas.

Rencana tindak lanjut ini ditandatangani oleh perwakilan seluruh pihak pada 31 Juli 2026. Dokumen tersebut akan menjadi dasar penyusunan laporan kepada Direktorat Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas, sekaligus acuan pembinaan Regional 7 selama tahun 2026 hingga 2027.

Melalui kegiatan ini, seluruh pihak diharapkan semakin selaras dalam memperkuat layanan laboratorium kesehatan masyarakat, sehingga masyarakat di Pulau Kalimantan dapat memperoleh layanan pemeriksaan yang bermutu, merata, dan berjenjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *