Banjarbaru – Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLabkesmas) Banjarbaru bekerja sama dengan Pusat Kolaborasi Kesehatan Air dan Rekayasa Lingkungan (PKKA-RO) Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan kegiatan Wastewater Surveillance for Pandemic Prevention Batch 11 pada Selasa, 14 Juli 2026. Kegiatan ini berupa pengambilan sampel air limbah di sejumlah instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di wilayah Kalimantan Selatan.

Pengambilan sampel dilakukan di tiga lokasi, yaitu inlet IPAL Pekapuran Raya, inlet IPAL Lambung Mangkurat, dan inlet IPAL HKSN. Sampel yang diambil dari titik inlet diharapkan dapat merepresentasikan kondisi air limbah dari kawasan layanan masing-masing IPAL, sehingga dapat digunakan untuk memantau keberadaan agen penyebab penyakit di tengah masyarakat.

Surveilans air limbah merupakan pendekatan pemantauan kesehatan masyarakat yang memanfaatkan air limbah sebagai sumber data untuk mendeteksi dini keberadaan patogen yang berpotensi menimbulkan wabah. Metode ini bersifat komunal, tidak invasif, dan dapat memberikan gambaran kondisi kesehatan masyarakat secara luas tanpa harus menunggu laporan kasus dari fasilitas pelayanan kesehatan.

Melalui kerja sama dengan PKKA-RO UGM, BBLabkesmas Banjarbaru terus memperkuat kapasitas laboratorium dan sistem kewaspadaan dini dalam upaya pencegahan pandemi. Hasil pemeriksaan sampel nantinya diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemangku kepentingan dalam pengambilan keputusan dan penentuan langkah pengendalian penyakit yang tepat dan cepat.

BBLabkesmas Banjarbaru berkomitmen untuk terus mendukung program surveilans berbasis laboratorium demi mewujudkan masyarakat yang sehat dan tangguh menghadapi ancaman penyakit menular.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *